Pembuktian??

Kurang-kurangi membuktikan kepada manusia.
Bahkan jika mampu, tidak perlu membuktikan ini itu kepada sesama. Untuk apa? Biasanya pembuktian akan diiringi dengan membongkar kebaikan demi kebaikan diri sendiri yang sudah kita tutup rapat-rapat sebelumnya, kita niatkan agar hanya Allah yang tahu. Tapi karena sibuk membuktikan kepada sesama, akhirnya keluarlah kata-kata "aku begini dan begitu". Sangat disayangkan, sangat dikhawatirkan akhirnya kita malah terjatuh pada sum'ah dan riya'. Sum'ah itu ingin didengar orang. Riya' ingin dilihat. Keduanya agar dipuji manusia.
Tetaplah berusaha menjadi baik karena Allah
Urusan manusia menilai apa, itu urusan mereka dengan Allah..